Lorong Masa: Mantan Kiper dan Ketum PSSI, Mauli Saelan (1)

author : Verena Gabriella
Sunday, 18 August 2013 - 02:00 pm

Share |
p.twimg.com

Maulwi Saelan.

Intisari-Online.com - Tidak ada habisnya membahas sepakbola di Indonesia. Termasuk kisah di masa lalu yang termuat dalam artikel Intisari edisi Januari 1965 yang mengangkat Kolonel M. Saelan yang saat itu sedang menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.


Lama kiper Saelan tak terberita - bagi banyak orang mungkin sejak Asian Games di Tokyo tahun 1958, sampai tahun yang lalu terdengar kabar bahwa Letkol (waktu itu, ldni Kolonel) Maulwi Saelan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. Bagi penggemar sepakbola nama Saelan tidak asing lagi. Namanya tidak lagi terpisahkan dari perjuangan regu nasional Indonesia dalam pertandingan-pertandingan internasional sepakbola. Dialah yang menjaga gawang kesebelasan Indonesia pada Asian Games pertama di New Delhi tahun 1951.

Ia muncul lagi dalam pertandingan di Olympic Games di Melbourne tahun 1956, di Asian Games ke-3 di Tokyo tahun 1958, dalam perebutan piala Jules Rimet di RRT sekitar waktu yang sama, dalam banyak pertandingan PSSI di Eropa, dan sebetulnya menurut rencana juga di Asian Games ke-4 di Jakarta tahun 1962.

Belum lama berwawancaraa, tiba-tiba telepon berdering: urusan PSSI tentang kunjungan kesebelasan Korea Utara ke Indonesia Desember tahun yang baru lalu. Disetujui oleh pak Saelan bahwa pertandingan pertama akan berlangsung di Jakarta melawan Persidja pada tanggal 13 Desember.

Kemudian dengan Jawa Timur di Surabaya tanggal 17 Desember 1965 dan ahirnya pada tanggal 23 bulan yang sama di Jakarta melawan 'tim pilihan pertama'. Tim pilihan pertama ialah tim yang pertama terbentuk dan merupakan suatu tahapan dalam usaha menyeleksi pemain-pemain dan membentuk regu nasional.

Dalam program 10 tahun PSSI selanjutnya tertulis :

  • 1967- GANEFO II menjadi tes pertama kesebelasan nasional Indonesia
  • 1970 - JULES RIMET CUP TOURNAMENT – Kejuaraan Sepakbola Dunia, diharapkan kesebelasan nasional, termasuk kesebelasan terpilih akan sudah mempunyai stabilitas, sehingga akan dapat diberikan peningkatan mutu sehingga mencapao tingkat yang diharapkan.
  • 1971 - GANEFO III – Kesebelasan Indonesia harus mulai membuktikan sudah termasuk dalam golongan “10 Pemuncak Dunia”
  • 1974 - JULES RIMET TOURNAMENT - Kejuaraan Sepakbola Dunia. Kesebelasan Indonesia harus sudah dapat membuktikan benar-benar sudah tergolong dalam “The Best Ten”
  • 1975 -GANEFO IV. Kesebelasan Indonesia harus sudah dapat memperbaiki prestasinya dari GANEFO III dan JULES RIMET 1974.

Sungguh aspirasi yang tinggi!

(Bersambung) 

Dibaca 591 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014